Senin, 17 Juni 2019

Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya

Tags
Kondisi telinga yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai gangguan pendengaran secara tiba-tiba.  Waspadai dengan seksama jika kurang pendengaran sebelah tiba-tiba terjadi pada diri anda.  Jika terlambat melakukan pemeriksaan sejak dini, bisa jadi kondisi ini justru memperparah fungsi kerja telinga dan tak jarang menyebabkan tuli pada kedua telinga anda.  Biasanya, faktor usia menjadi penyebab terjadinya gangguan pendengaran, tak heran jika para lansia atau orang yang memasuki usia di atas 40 tahun mengalami hal ini.

Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya

Selain faktor usia, gangguan pendengaran sebelah biasanya disebabkan oleh beberapa faktor lainnya.  Seperti dideteksi adanya proses pendengaran yang menurun atau terhambat akibat rusaknya jaringan telinga bagian dalam  atau terdapat kerusakan pada saraf pendengaran sehingga otak tidak mampu menangkap sinyal suara yang masuk ke dalam telinga.  Faktor lainnya yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran ini antara lain yaitu terlalu sering terpapar kebisingan dari lingkungan sekitar, penyakit atau trauma seperti meniere syndrome atau penyakit lainnya yang disebabkan oleh infeksi virus, efek samping dari obat-obatan tertentu yang bersifat ototoxic, faktor genetika dan penyakit sistemik lainnya.

Pastikan anda selalu melakukan pemeriksaan di dokter THT, sehingga meminimalisir terjadinya gangguan yang semakin parah dan malah membuat kedua telinga anda tuli.  Ketika berkonsultasi, dokter akan memberikan sebuah perangkat untuk membantu meningkatkan kesehatan pendengaran anda, yaitu alat bantu dengar.  Namun, pemilihan alat bantu dengar harus dilakukan terlebih dahulu agar sesuai dengan gangguan yang anda alami.  Oleh karena itu, beberapa nama alat bantu dengar harus anda ketahui fungsinya.

Nama alat bantu dengar umumnya terbagi menjadi 5 jenis, yaitu CIC, BTE, RITE, RIC dan ITC.  Completely In Canal merupakan model alat bantu dengar yang memiliki bentuk terkecil yang biasanya digunakan pada tingkat gangguan pendengaran ringan sampai sedang. Behind The Ear biasanya paling umum digunakan karena memiliki tombol power yang memudahkan penggunanya.  Receiver in the Ear cocok digunakan bagi yang mengalami gangguan pendengaran berat.  RIC (Receive in Canal) memiliki model dan bentuk yang sama dengan RITE, namun memiliki ukuran yang lebih kecil dan penempatan receiver di telinga.

Model ini cocok bagi penderita gangguan pendengaran ringan sampai berat.  Selanjutnya, model ITC (In The Canal) atau sering juga disebut ITE (In The Ear) yang cocok bagi penderita gangguan pendengaran ringan, sedang maupun berat dan penggunaannya menggunakan remote control untuk mengatur volume yang disesuaikan dengan kebutuhan.